Example floating
Example floating
Pekanbaru

Cegah Api Kembali Menyala, Tim Gabungan Riau Gencarkan Pendinginan di Kerumutan

Admin 60Berita.id
6
×

Cegah Api Kembali Menyala, Tim Gabungan Riau Gencarkan Pendinginan di Kerumutan

Sebarkan artikel ini

60BERITA.ID | PELALAWAN — Tim gabungan terdiri dari personel gabungan TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni dan unsur terkait lainnya, difokuskan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Kamis (20/8/2026).

Dalam kegiatan ini, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan optimal.

Sebelum menuju lokasi, Kapolda dan Pangdam melakukan patroli udara dari Helipad Mapolda Riau untuk memantau sejumlah titik panas. Pemantauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi dan sebaran areal terdampak sekaligus menentukan langkah penanganan di lapangan.

Kalaksa BPBD Provinsi Riau Edy Afrizal mengatakan pemantauan udara membantu tim mendapatkan gambaran kondisi wilayah terdampak sehingga pengerahan personel dan peralatan dapat dilakukan secara lebih tepat.

Operasi pemadaman dan pemantauan, lanjut Edy, akan terus dilakukan di wilayah rawan untuk mencegah Karhutla di Kerumutan meluas dan menimbulkan dampak lebih besar terhadap masyarakat maupun lingkungan.

“Setelah titik terdampak teridentifikasi, tim darat bergerak melakukan pemadaman dan dilanjutkan dengan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul,” kata Edy.

Setelah memastikan kondisi dari udara, Kapolda dan Pangdam  meninjau langsung proses pemadaman dan bergabung bersama personel gabungan yang tengah berjibaku mengendalikan api.

Di lokasi personel Polres Pelalawan, Kodim, BPBD, Manggala Agni dan unsur terkait dikerahkan untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan.

“Penanggulangan tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali muncul dan meluas ke kawasan lain,” kata Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan.

Menurut Irjen Herry, penanganan Karhutla di Kerumutan membutuhkan kecepatan respons dan kolaborasi seluruh unsur.

“Karhutla tidak bisa ditangani sendiri-sendiri. TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, perusahaan dan masyarakat harus berada dalam satu gerak,” kata Herry.

Agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas, Herry meminta segera dilakukan penanganan, terutama di wilayah dengan kondisi lahan yang rentan terbakar.

“Begitu terdeteksi ada titik api, kita harus cepat datang, cepat memadamkan dan memastikan tidak terjadi kebakaran ulang,” ujarnya.

Polda Riau khususnya, jelas Herry, terus memperkuat upaya pencegahan melalui patroli, deteksi dini, edukasi masyarakat serta penegakan hukum terhadap pembakaran lahan. Karena menurutnya penanggulangan Karhutla tidak hanya mengandalkan pemadaman.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo, menambahkan pihaknya bersama akan terus memberikan dukungan personel dalam penanganan Karhutla di Kerumutan.

Pangdam juga mengapresiasi seluruh personel yang bekerja di tengah kondisi medan yang berat, panas dan asap untuk mengendalikan kebakaran.

“Kami memastikan personel di lapangan tetap bekerja bersama dan saling mendukung. Kondisi seperti ini membutuhkan kekuatan terpadu,” kata Agus.

Sementara itu, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Ferdian Krinanto menyampaikan estimasi sementara luas areal yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Riau.

Berdasarkan estimasi lapangan, total luasan Karhutla di delapan lokasi mencapai sekitar 783 hektare. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara dan akan diverifikasi lebih lanjut menggunakan citra satelit.

“Ini estimasi lapangan, nanti akan terverifikasi dengan citra satelit,” kata Ferdian.

Dari sejumlah lokasi tersebut, Kecamatan Kerumutan menjadi wilayah dengan estimasi luasan Karhutla terbesar, yakni sekitar 300 hektare. Untuk memperkuat penanganan, tim tambahan saat ini sedang disiapkan untuk dikerahkan ke lokasi.

Sementara itu, luasan kebakaran di Sungai Guntung masih mengacu pada data sebelumnya, yakni sekitar 434 hektare. Penanganan di lokasi tersebut terus menjadi perhatian tim.

Adapun estimasi luasan Karhutla di sejumlah wilayah lainnya yakni Rimbo Panjang sekitar 4,5 hektare, Pagaruyung Tapung 10 hektare, Pekanbaru 8 hektare, Pangkalan Libut 20 hektare, Mengkapan 3,5 hektare dan Penyaguan 3 hektare.

Ferdian menyebut di Mengkapan sendiri kondisi kebakaran pada Kamis sore sudah tersekat. Tim selanjutnya akan melakukan mopping up atau pembersihan sisa bara dan titik api untuk memastikan kebakaran tidak kembali meluas.

“Mengkapan kondisi sore ini sudah tersekat, besok mopping up,” ujarnya.

Ferdian menegaskan, angka luasan tersebut masih merupakan estimasi berdasarkan hasil pemantauan dan penanganan di lapangan.

“Verifikasi melalui citra satelit akan dilakukan untuk mendapatkan data luasan Karhutla yang lebih akurat,” ujar Ferdian.(rl)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *