SCN | PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan melakukan penyesuaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) setelah penerimaan dari sektor parkir diperkirakan akan terkoreksi pada tahun 2025. Meski demikian, Pemko telah menyiapkan alternatif sumber pendapatan lain untuk menutupi kekurangan tersebut.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengungkapkan bahwa Pemko telah mendata sejumlah aset yang dapat dioptimalkan, salah satunya tiang reklame dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
“Kami sudah mendata beberapa tiang reklame yang belum sepenuhnya dikelola Pemko. Salah satunya JPO, yang asetnya baru kami surati agar bisa diserahkan kepada Pemko. Setelah menjadi aset daerah, nantinya bisa disewakan untuk menambah pendapatan daerah,” ujar Zulhelmi di Lantai 6 Perkantoran Wali Kota Tenayan Raya, Selasa (25/2/2025), usai menghadiri Focus Group Discussion (FGD).
Terkait penyesuaian tarif parkir, Zulhelmi menegaskan bahwa kebijakan ini masih dalam tahap awal dan akan terus dievaluasi. Saat ini, tarif parkir telah mengalami penurunan, dari Rp2.000 menjadi Rp1.000 untuk kendaraan roda dua dan dari Rp3.000 menjadi Rp2.000 untuk kendaraan roda empat.
“Langkah pertama yang kita lakukan adalah menurunkan tarif parkir. Tahap berikutnya adalah penataan lokasi parkir, menentukan mana yang boleh dan mana yang tidak,” jelasnya.
Selain itu, Pemko juga mempertimbangkan penerapan tarif parkir berbeda berdasarkan waktu tertentu untuk mengurangi kemacetan di titik-titik padat kendaraan.
“Penduduk Pekanbaru saat ini sudah mencapai 1,2 juta jiwa, dan jumlah kendaraan juga lebih dari 1,2 juta unit menurut data Korlantas. Ini menjadi tantangan bagi kita dalam mengelola sistem parkir yang lebih efektif,” tambahnya.
Mengenai kemungkinan penerapan tarif parkir bagi ruko yang berada di tepi jalan utama, Zulhelmi menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam tahap kajian.
“Kita masih menunggu hasil kajian. Sekarang kebijakan tarifnya masih seragam dan berlaku untuk semua. Setelah tahap awal ini selesai, baru kita lakukan evaluasi lebih lanjut,” pungkasnya.(rl)















